Cari

The Playing Man

A geekier side of me

HARGAI 2017: Cintailah Produk-Produk Indonesia…

Hari Game Indonesia (HARGAI) yang ditetapkan oleh Kemenkominfo dan Bekraf setiap tanggal 8 Agustus kini memasuki tahun keduanya.  Continue reading “HARGAI 2017: Cintailah Produk-Produk Indonesia…”

Iklan
Featured post

Kabar #Tamatkan12: Open World RPG, Kelemahanku

Seharusnya saya menuliskan satu resensi untuk #Tamatkan12 bulan lalu; Bahkan di bulan lalu, saya sebenarnya memainkan dua game untuk tantangan itu – satu untuk bulan Juni dan satu untuk bulan ini.  Continue reading “Kabar #Tamatkan12: Open World RPG, Kelemahanku”

Featured post

Resolusi 2017: #Tamatkan12

Sudah menjadi tradisi tiap tahun baru untuk membuat resolusi yang tak akan mampu kita penuhi. Continue reading “Resolusi 2017: #Tamatkan12”

Featured post

Ada beberapa game di konsol lama yang menjadi langka dan kemudian diburu kolektor, tapi Neo Geo mungkin adalah kasus unik di mana hampir semua game dalam katalognya jadi barang koleksi dan dihargai tinggi. New Yorker meliput beberapa kolektor yang sudah mengeluarkan banyak uang untuk ini dan menceritakan pengalaman mereka.

Satu lagi yang membahas mengenai semakin banyaknya generasi muda yang ‘melarikan diri’ ke dunia game. Tapi saya suka artikel ini karena penulisnya lebih melihat dari sisi ekonomi, dan memberi argumen bahwa jika kehidupan nyata ini adalah sebuah game, mungkin levelnya didesain dengan buruk dan dengan kurva kesulitan yang tidak seimbang.

Bermain game tidak hanya untuk menghibur diri saja. Simon Parkin dalam esainya di Nautilus ini memaparkan, berdasarkan penelitian, bagaimana game-game yang paling kita sukai adalah yang memungkinkan kita untuk mengalami gambaran ideal dari kepribadian kita, menjelajah dan menantang batas-batasnya, serta terhubung dengan orang lain atau komunitas.

Komik terjemahan di era 80-an dan 90-an memberi kenangan manis tersendiri bagi pembacanya – terutama karena terjemahannya yang relatif lebih luwes dan melokal dibanding komik terjemahan modern. Simak wawancara Hera Diani dari Magdalene.co dengan ‘Madame Asterix’, penerjemah komik Asterix, serial Lima Sekawan, dan sejumlah buku lainnya.

Dalam rata-rata game bertema perang futuristik, robot hampir bisa dipastikan memainkan peran di dalamnya. Akuratkah representasi mereka? Waypoint mewawancarai P. W. Singer, seorang konsultan pertahanan mengenai perkembangan robot di dunia militer saat ini dan apa saja peluang dan tantangan yang harus dihadapi di masa depan.

Seorang pria paruh baya dengan pseudonim Chester Bolingbroke memainkan game-game RPG komputer lawas (dekade 70, 80, dan awal 90-an) dan menuliskan perjalanannya dalam blog The CRPG Addict. Menulis sejak 2010 tanpa putus sampai sekarang, sudah ada 100 lebih game yang ia tamatkan. Saya salut dengan passion, dedikasi, dan konsistensinya.

Imposter syndrome adalah kondisi psikologis di mana seseorang, meskipun secara obyektif sudah sukses di bidangnya, merasa rendah diri dan tidak pantas mendapat kesuksesannya; Ia hanya beruntung, dan – lebih celakanya – merasa cemas orang lain juga akan melihatnya sebagai beruntung saja. Simak cerita-cerita para pengembang game yang terjangkit sindrom ini.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑