Cari

The Playing Man

A geekier side of me

HARGAI 2017: Cintailah Produk-Produk Indonesia…

Hari Game Indonesia (HARGAI) yang ditetapkan oleh Kemenkominfo dan Bekraf setiap tanggal 8 Agustus kini memasuki tahun keduanya.  Continue reading “HARGAI 2017: Cintailah Produk-Produk Indonesia…”

Featured post

Kabar #Tamatkan12: Open World RPG, Kelemahanku

Seharusnya saya menuliskan satu resensi untuk #Tamatkan12 bulan lalu; Bahkan di bulan lalu, saya sebenarnya memainkan dua game untuk tantangan itu – satu untuk bulan Juni dan satu untuk bulan ini.  Continue reading “Kabar #Tamatkan12: Open World RPG, Kelemahanku”

Featured post

Resolusi 2017: #Tamatkan12

Sudah menjadi tradisi tiap tahun baru untuk membuat resolusi yang tak akan mampu kita penuhi. Continue reading “Resolusi 2017: #Tamatkan12”

Featured post

Saya baru pertama kali kenal dengan serial Fire Emblem sekitar tahun 2000-an – mungkin sama seperti kebanyakan gamer di belahan bumi Barat – ketika game berbahasa Inggris pertamanya keluar di GBA. Tapi serial ini punya sejarah yang jauh lebih panjang di Jepang, sampai ke awal tahun 90-an di era NES. Simak Glixel merekap sejarah Fire Emblem dengan ringkas.

Di era 80-90an, membawa game Jepang ke belahan bumi barat tidak sekedar menerjemahkan teksnya ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa Eropa lainnya) saja, tapi ada elemen-elemen cerita atau visual yang harus disesuaikan dengan budaya, norma, dan selera lokal. Blog Legends of Localization membahas detail mengenai seluk beluk kompromi mengenai ini.

Gaming Historian: From Shady to Legal: How 2 Emulators Battled Sony – Bleem! & VGS

Emulator konsol di komputer memiliki sejarah yang panjang, tapi tak diragukan lagi emulator yang paling sukses meraih perhatian kalangan mainstream adalah VGS dan bleem! untuk Playstation. Simak ulasan singkat channel Gaming Historian berikut mengenai sepak terjang kedua emulator ini dan bagaimana Sony melakukan pelbagai cara untuk menghadang mereka.

Sebuah studi terhadap 288 pemain Dota 2 menemukan bahwa ada hubungan antara kecerdasan numerik seorang pemain dengan peningkatan kemampuan bermainnya. Di sisi lain, studi yang sama tidak menemukan hubungan antara daya ingat jangka pendek dengan peningkatan kemampuan bermain Dota 2.

Arcade – atau ding dong dalam bahasa lokalan sini – dulu adalah arena publik tempat anak-anak dan para remaja berkumpul dan bermain bersama. The Verge mengulas sejarah arcade yang panjang; Mulai dari zaman mesin pinball di era 40-an, kemunculan game elektronik yang mendorong masa keemasan arcade di dekade 70-80an, hingga kematian pelan-pelannya di penghujung abad ke-20.

Membuat game indie bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan sebelum bisa dirilis dan dijual ke publik. Lalu bagaimana caranya membayar tagihan listrik atau gaji karyawan dalam rentang waktu itu? Seorang pengembang bercerita mengenai bagaimana ia – dan banyak pengembang indie lainnya – mengandalkan kerja kontrak freelance jangka pendek.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑