Ketika Juliet beralasan, “Apalah arti sebuah nama,” itu sebenarnya adalah sebentuk penghiburan diri. Adalah tragedi bagi Juliet dan Romeo untuk saling jatuh cinta, sementara mereka ditakdirkan untuk memiliki nama belakang dari dua keluarga yang berseteru. “Kalau bunga mawar diberi nama lain, harumnya akan tetap sama juga,” Juliet lanjut berargumen. Toh akhirnya kekuatan dari nama itu juga yang turut andil dalam menewaskan mereka berdua.

Nama asli mungkin adalah hal abstrak pertama selain agama yang ditimpakan orang lain kepada kita begitu kita lahir. Tak boleh usul, tak bisa protes; Anda adalah Rina Surina atau Goodluck Jonathan sampai akhir hayat anda. Bisa saja sih secara legal mengganti nama, tapi kayaknya di Indonesia hal begini masih sukar dan tidak lazim dilakukan.

Maka proses memilih nama sendiri – sebuah nickname – untuk membentuk identitas baru di dunia maya adalah proses yang…entah penuh dengan kecemasan dan pertimbangan, atau sangat singkat dengan sikap hajar bleh yang mungkin akan disesali di kemudian hari;  Analoginya mungkin seperti memutuskan untuk membikin tato permanen di tubuh; Sesuatu yang sampai sekarang belum berani saya lakukan.

Ditambah lagi proses itu biasanya dimulai pada usia yang sedang labil-labilnya. Entah dengan anak sekarang, tapi dalam kasus saya itu terjadi kira-kira 15 tahun yang lalu. Sebenarnya sudah beberapa tahun sebelumnya saya kenal dengan internet, tapi hanya sebatas konsumen pasif situs web saja. Kebutuhan akan nickname baru muncul ketika saya ingin bergabung dengan komunitas yang mewajibkan adanya username saat melakukan pendaftaran.

Kalau saya mengambil sikap hajar bleh itu tadi, ini akan jadi perkara yang mudah. Tinggal pilih apa yang menurut saya sedang hip, modern, dan trendi di penghujung dekade 90-an, personalisasi sedikit, dan jadilah, misalnya, Alexandros17 atau NeoAnderson. Bukan berarti itu nickname yang konyol atau dipilih secara serampangan; Hanya saja….kalau salah satu dari dua itu yang saya pilih menjadi nickname, mungkin beberapa tahun kemudian saya sudah ganti nickname dengan yang baru.

Jalan yang saya ambil adalah jalan yang penuh dengan pertimbangan masak-masak. Saya inginnya nickname ini benar-benar mewakili kepribadian saya. Bukan sekedar antusiasme sekejap, melainkan identitas yang nggak malu-maluin ketika saya menggunakannya 40 tahun kemudian. Keunikan juga adalah faktor yang dominan – ini supaya saya tidak perlu terpaksa ganti nickname di berbagai situs dan komunitas karena sudah ada yang pakai duluan. Intinya, saya menginginkan nickname yang representatif, ajeg, khas, dan nggak alay.

Maka setelah mengingat-ingat dan menimbang-nimbang, saya kemudian memutuskan bahwa nickname– bukan, identitas online saya adalah: Catshade.

Who, or what the hell is a Catshade anyway?

Errr… oke; Saya harus mengakui bahwa 15 tahun yang lalu semua pertimbangannya terdengar jauh lebih bagus dan berkelas di kepala saya yang masih remaja. Waktu itu saya lagi senang-senangnya dengan kucing; Tidak dengan obsesif sih, tapi jelas cukup aneh. Misalnya, saya memanggil mereka dengan sebutan “neko“, biasanya diawali dengan “kyaaa~” dan kadang diakhiri dengan “mnyuuu~ :3”. Kalau di masa itu toko-toko online sudah menjamur, saya mungkin sudah memesan bando kuping kucing berikut ekornya….

Aaanyway, pokoknya dulu saya merasa bahwa kucing itu adalah binatang yang “saya banget”: Cool, calm, confident. Dan meskipun saya rasanya bukan dua di antara tiga itu, setidaknya saya yang dulu merasa ingin memiliki sifat itu. Maka ditetapkanlah bahwa nickname saya sebaiknya juga berbau kekucing-kucingan. Ditambah dengan standar awal minimum yang saya tetapkan sebelumnya (representatif, ajeg, khas, dan nggak alay), kira-kira apa ya nickname yang bisa memenuhi semuanya?

Enter this guy.

This guy right here.
This guy right here.

Untuk yang belum familiar dengan makhluk ini, ia adalah Cait Sith, salah satu karakter di Final Fantasy VII. Sebagai RPG konsol pertama yang saya mainkan, game ini sebenarnya cukup membekas dalam ingatan saya. Hanya saja, Cait Sith sendiri adalah karakter yang buruk dan tidak memorable; Ia dikenalkan dengan tiba-tiba, bergabung dengan alasan yang kurang kuat, dan sampai akhir cerita pengembangan karakternyapun tidak begitu mendalam. Dari segi visual, bentuknya (kucing bermahkota yang mengendalikan boneka moogle besar dengan megafon) juga aneh sendiri dibandingkan dengan rekan-rekannya.

Tapi waktu itu mungkin cuma inilah karakter kucing di video game yang saya tahu. Dan meski tadi saya bilang desain karakternya cukup aneh secara keseluruhan, saya cukup suka dengan separuh atasnya: Kucing bipedal bercorak tuksedo yang memakai mahkota dan jubah merah – juga ditambah dengan wajah yang riang; Akhirnya ilustrasi di atas itu kemudian saya crop untuk dijadikan avatar pertama saya di forum-forum online (yang kebanyakan memang diisi oleh para gamer yang tahu referensinya).

Lalu bagaimana dengan nickname-nya sendiri? Saya juga cukup suka dengan nama Cait Sith, tapi saya tidak bisa mengambil nama itu mentah-mentah karena ia adalah nama karakter game dan sudah punya basis mitologinya sendiri; Saya harus menambahkan twist orisinal yang unik bagi saya sendiri dan (idealnya) tidak ditemui lagi di populasi. Maka akhirnya setelah dipikir-pikir, lahirlah: Catshade. Terdengar khas, inspirasinya subtil, karakternya sesuai dengan apa yang saya inginkan, serta tidak terdengar dibuat asal-asalan atau sekedar ikut trend sesaat.

Setelah 15 tahun kemudian, bagaimana perasaan saya mengenai nickname ini? Yang sudah jelas saya sadari adalah, bahkan dengan segala kriteria yang ribet itu, keputusan saya jelas terbatasi oleh pola pikir dan ‘gairah zaman’ seorang remaja umur lima belasan. Jika seandainya saya baru membuat identitas online di umur 30-an ini, tentu hasilnya akan lain; Sebagai contoh, saya sudah tidak sebegitu tergila-gilanya lagi dengan kucing, dan tentu referensi tokoh saya bukan lagi seorang karakter remeh di sebuah game JRPG.

Di sisi lain, saya tidak bisa bilang bahwa saya menyesal mengambil nama Catshade sebagai identitas online; Sampai sekarang, nickname itulah yang saya gunakan setiap kali saya mendaftar di sebuah situs atau komunitas baru. Pun ketika gathering atau kopdar, saya tak akan malu memperkenalkan diri dengan nickname itu. Mungkin bisa dibilang ini adalah ‘momen tato’ saya; Sebuah ‘tato permanen’ yang dibuat 15 tahun lalu dengan segala kenaifan dan optimismenya, tapi tak ada yang perlu ditutupi mengenainya jika mengingat sejarah dan kenangan selama 15 tahun di baliknya.

Ilustrasi: Cait Sith – Final Fantasy Wikia

Iklan