Sebuah artikel yang dalam dari Kotaku mengenai seluk beluk pekerjaan seorang video game tester (atau lebih kerennya, quality assurance). Bukannya kerja impian karena dibayar untuk bermain game sepanjang hari, kerja QA seringkali monoton, membuat frustrasi, tidak memiliki masa depan cerah, dan harus tahan dianggap karyawan kelas dua oleh pengembang.

Iklan