Makoto Shinkai adalah legenda bagi saya. Dan apa yang saya tulis barusan itu benar-benar literal. Maksudnya, saya sudah sering mendengar betapa bagus animasinya sejak zaman Voice of a Distant Star, atau betapa galau ia berkisah ketika 5 cm per Second sedang trendi di kalangan otaku. Hanya saja, saya tak pernah menonton karya-karyanya. Bukan kenapa-kenapa sih, kebetulan saja timing-nya yang tidak tepat; Di saat kemunculan Shinkai, saya sedang memulai kuliah sehingga tidak begitu giat mengikuti anime-anime yang populer pada masa itu.

Maka, ketika Your Name (saya hilangkan tanda titiknya yang mengganggu itu) mendapat sambutan yang luar biasa positif dari kalangan awam yang biasanya abai dengan film animasi Jepang, saya jadi penasaran. Apalagi jaringan bioskop CGV Blitz sampai berani memasukkan film ini di bioskop, sehingga saya (yang sudah malas mencari situs torrent untuk anime) semakin kehilangan alasan untuk tidak menontonnya. Jadilah akhir Desember lalu saya mengajak istri untuk menonton film animasi di bioskop untuk pertama kalinya.

Your Name berkisah tentang Taki Tachibana, seorang siswa SMA yang tinggal di Tokyo, dan Mitsuha Miyamizu, siswi SMA di sebuah kota kecil bernama Itamori. Mitsuha, yang jenuh dengan kehidupan yang tenang dan ajeg di Itamori, berharap ia bisa terlahir kembali sebagai pemuda tampan dari ibukota di kehidupan berikutnya. Benar saja, begitu bangun tidur jiwa Mitsuha kini berada di dalam tubuh Taki; Sebaliknya, Taki juga bangun di dalam tubuh Mitsuha, dan kejadian pertukaran tubuh ini terjadi secara acak tiap beberapa hari.

Premis mengenai pertukaran tubuh bukan hal yang baru atau unik; Ada belasan anime atau film Hollywood sebelum Your Name yang menggunakan premis yang serupa. Maka saya cukup senang karena film ini tidak mengandalkan konsep pertukaran tubuh saja sebagai fondasi cerita atau wahana pengantar masuknya pesan moral, juga tidak berlama-lama menghabiskan durasi film hanya untuk mengenalkan konsep itu ke penonton. Saya juga sedikit lega karena Your Name meminimalisasi potensi adegan ecchi yang mungkin timbul dari konsep jiwa laki-laki di tubuh perempuan (dan sebaliknya); Ada satu gag lucu yang berulang tentang itu sih, tapi saya kira masih bisa diterima dalam batas-batas kewajaran.

Yang saya suka dari Your Name adalah ceritanya yang komplit berisi komedi-drama-aksi dan bagaimana Makoto Shinkai merangkai ketiga elemen itu dengan alur yang rapi dan terjaga konsistensinya sepanjang film. Unsur komedi di sepertiga awal pertama film memang terasa perlu sebagai konsekuensi logis dari ketidakfamiliaran Taki dan Mitsuha dengan tubuh yang berbeda dan kehidupan yang asing, tapi drama yang ‘menampar’ penonton di pertengahan filmlah yang membuat Your Name terasa begitu menyentuh. Ingin rasanya menceritakan lebih lanjut mengenai sisi drama ini, tapi saya takut malah jadi spoiler.

Menariknya, peralihan nada film dari komedi ke drama (dan di satu dua momen di antaranya) selalu ‘dipagari’ Shinkai oleh semacam…video musik(?) oleh band rock Jepang, Radwimps. Saya tidak tahu apakah ini hal yang wajar di film animasi Jepang lainnya, tapi saya suka bagaimana lagu-lagu Radwimps di pertengahan Your Name menjadi semacam jeda rehat sejenak yang sekaligus membangun bagaimana mood cerita berikutnya. Berikut saya lampirkan salah satu lagu Radwimps yang dipakai sebagai soundtrack film ini:

Seperti yang bisa dilihat di atas, kualitas animasi Makoto Shinkai tidak perlu diragukan lagi. Status legenda visualnya yang sering saya dengar-dengar memang bukan hiperbola belaka. Yang paling memanjakan mata tentu saja adalah latar belakangnya yang terlihat realistis namun jernih cemerlang bak dilabur dengan cat air; Ini berlaku baik ketika Your Name menggambarkan gedung-gedung tinggi di Tokyo yang mengkilap memantulkan cahaya matahari atau rumah tradisional dan hehutanan di Itomori yang semarak penuh warna. Bahkan seandainya cerita film ini tidak menarik atensi anda (kok bisa?), saya rasa tidak akan ada yang bosan menghabiskan 100 menit menonton Your Name hanya untuk menikmati gambarnya.

Ilustrasi: ITechPost

Iklan