Sebenarnya artikel ini agak basi karena hype Pokemon Go sudah lewat, tapi sayang kalau artikelnya cuma tersimpan di bookmark saya. Seorang antropolog memakai Pokemon Go untuk membahas kaitan antara agama, teknologi, dan kapitalisme. Menarik untuk melihat ke belakang lagi karena Pokemon Go tampaknya gagal jadi fenomena budaya pop seperti yang digembar-gemborkan di awal peluncurannya.

Iklan