Yeah, tentang resolusi yang saya canangkan di awal tahun ini… ada sedikit hambatan. Problemnya adalah dengan kriteria ‘menamatkan.’ Ya, memang percuma kalau saya mencanangkan diri untuk memainkan 52 game tapi hanya meluangkan waktu 30 menit untuk setiap game-nya, tapi… beberapa game memang sulit untuk ditamatkan.

Salah satu contohnya adalah game pertama yang ingin saya tamatkan untuk tantangan #Tamatkan12 ini. Kira-kira menjelang akhir game saya harus menghadapi area demi area penuh musuh dan rintangan berbahaya tanpa ada kesempatan melakukan save di antaranya. Sudah beberapa kali saya mengulangi bagian ini, dan saya mulai frustrasi.

Jadi, apa yang harus saya lakukan? Tetap bertekun mencoba menamatkan game ini berapa lamapun waktu yang diperlukan? Pakai cheat atau trainer? Atau menganggap cukup sudah dan beralih ke game lain? Pilihan pertama terdengar yang paling terhormat dan bergengsi, tapi saya tak ingin satu bagian yang bikin frustrasi membuat saya jadi membenci game-nya secara keseluruhan.

Selain itu, pilihan pertama ini juga membuat saya jadi bias dalam memilih game yang ingin dimainkan. Jika saya bertekun pada pilihan pertama, saya mungkin nantinya jadi menghindari serial game yang terkenal susah atau genre yang membutuhkan keahlian yang kurang saya kuasai, seperti refleks yang secepat kilat atau memorisasi sederetan jurus untuk merangkai kombo. Akibatnya tantangan #Tamatkan12 ini jadi monoton karena saya, sadar atau tidak, cenderung memilih game atau genre yang gampang-gampang saja.

Sementara itu, pilihan kedua memang terdengar menggiurkan, gampang, dan secara teknis masih memenuhi kriteria ‘menamatkan’; Tapi saya takutnya jadi tergoda untuk lekas memakainya di game-game berikutnya. Ini pada akhirnya malah jadi terkesan menggampangkan tantangan #Tamatkan12 ini. Pilihan terakhir, meski tidak memenuhi kriteria ‘menamatkan’, terasa lebih selow dan lebih sesuai dengan spirit blog ini secara umum: Santai.

Jadi, saya akan menambahkan addendum untuk tantangan #Tamatkan12 ini: Diusahakan untuk tamat (setidaknya untuk main quest-nya), tapi tak usah ngoyo berusaha jika menemui hambatan yang sukar dilampaui. Ketenangan hati dan kewarasan pikiran lebih utama karena ini cuma game, dan tujuan utama tantangan ini bukan untuk memaksakan diri sampai pada batasnya, tapi untuk menghibur dan memperluas wawasan saya.

Ilustrasi: Final Fantasy Wikia

Iklan