Sebagai seorang gamer, liburan panjang seperti libur lebaran adalah hal yang paling saya tunggu-tunggu waktu masih kanak-kanak. Bayangkan saja: Dengan dua minggu waktu tiba-tiba lowong dari pagi sampai sore, libur lebaran adalah saat yang tepat untuk bermain game sepanjang hari sampai bosan atau muak. Game RPG yang terasa tak kelar-kelar karena cuma dicicil sejam sehari kini bisa ditamatkan dalam waktu satu-dua hari – itu jika dimainkan secara maraton dengan mengorbankan waktu tidur; Pengorbanan yang sangat sepadan, tentu saja, karena begadang saat liburan justru adalah daya tarik tersendiri – juga simbol yang pas dari sementara lepasnya kewajiban sekolah seperti PR. Apalagi saya juga tidak puasa, sehingga libur lebaran justru adalah liburan yang lebih murni waktu bebasnya dibandingkan dengan liburan natal; Mungkin hanya liburan kenaikan kelas yang bisa mengalahkannya.

Tapi itu dulu, waktu saya belum berumah tangga. Sekarang, libur lebaran bukan lagi waktu yang kondusif untuk melakukan hobi ini sampai gas pol. Memang ada waktu lebih yang tersedia karena saya tidak ngantor, tapi tugas-tugas rumah tangga dan keluarga juga lebih banyak. Pembantu rumah tangga yang pulang mudik membuat beberes rumah harus dilakukan berdua dengan istri – agak lebih berat dibanding dulu ketika tugas serupa juga dilakukan oleh empat orang lainnya: Ayah, ibu, dan dua adik saya. Sekarang juga ada bocah berumur satu setengah tahun di rumah – sudah bisa jalan dan rasa penasarannya begitu tinggi, jadi saya juga tidak tega duduk berlama-lama di depan laptop atau memelototi gadget ketika dia masih bangun; Untuk soal ini, malah lebih enak tahun lalu ketika si bocah masih enam bulan – aktivitasnya lebih terbatas di box bayi dan juga lebih banyak waktu tidurnya di siang hari.

Bukan berarti saya mengeluhkan atau menyalahkan keadaan sekarang sih. Things just change – lagipula satu aspek masih bisa saya jalani, yaitu begadang sampai tengah malam, atau tidur cepat dan bangun saat dini hari untuk bermain game. Saya hanya terbawa nostalgia ke masa lampau karena melihat si bocah yang asyik bermain dan jalan-jalan sepanjang libur lebaran ini; Mungkin beberapa tahun ke depan, ketika ia sudah masuk SD dan terlibat dalam rutinitas sekolah dan PR, ia akan mengalami indahnya liburan panjang seperti yang dulu pernah saya rasakan.

Ilustrasi: World of Diving Forum

Iklan