Hari Game Indonesia (HARGAI) yang ditetapkan oleh Kemenkominfo dan Bekraf setiap tanggal 8 Agustus kini memasuki tahun keduanya. Kekecewaan saya mengenai pencanangan HARGAI tahun lalu sebenarnya sudah cukup jelas dituliskan, dan saya rasa peningkatan yang saya harapkan terjadi tahun depannya tidak muluk-muluk amat kedengarannya. Tadinya saya pesimis akan ada perubahan yang berarti, karena sampai pertengahan tahun 2017 situs Hari Game Indonesia – yang tahun lalu menjadi pusat (kalau bukan satu-satunya) ‘perayaan’ HARGAI – belum juga diperbaharui dari promosi toko tahun 2016 sebelumnya.

Syukurlah, tahun ini birokrat-birokrat kita tampaknya mulai insyaf. Badan Ekonomi Kreatif di akhir Juli menyelenggarakan Bekraf Game Prime 2017, sebuah acara industri game berskala nasional. Meski tidak secara eksplisit mengaitkan acara ini dengan HARGAI, tapi isi acaranya sebagian besar menjawab kritik saya mengenai HARGAI tahun lalu; Dalam acara selama dua hari itu, ada konferensi industri dengan pembicara dari dalam dan luar negeri, kompetisi game, game developer award, dan tentu saja lantai eksebisi para pengembang game lokal untuk memamerkan karya-karya mereka di depan khalayak ramai. Sayang akhir-akhir ini saya ada acara setiap akhir pekan, jadi tidak sempat menghadiri Bekraf Game Prime.

Jika ada beberapa kritik lagi mengenai HARGAI tahun ini, mungkin yang masih mengganjal bagi saya adalah masalah publikasinya. Bekraf Game Prime adalah acara yang sangat pas untuk merayakan HARGAI, tapi keterkaitan acara ini dengan HARGAI kurang disosialisasikan dengan kuat – kecuali sebuah blog post yang dirilis ketika acaranya malah sudah selesai; Situs Hari Game Indonesiapun sampai saat ini masih memuat konten tahun 2016 tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Acara Bekraf Game Prime sendiri juga sangat minim promosinya di luar satu dua berita di situs berita besar macam detik dan sejumlah artikel di situs game lokal; Saya saja baru tahu ada acara ini di pertengahan Juli karena ada satu – SATU – orang di linimasa saya yang menyebutnya secara sambil lalu; Padahal linimasa yang sama biasanya riuh rendah saat ada acara serupa seperti Jakarta Game Fest atau Popcon yang jadwalnya berdekatan dengan Bekraf Game Prime.

Oh iya, dari blog post di situs Bekraf Game Prime itulah saya mendapati dua video yang dirilis oleh Asosiasi Game Indonesia untuk merayakan Hari Game Indonesia 2017. Melihat kedua video tersebut di bawah ini saya merasa… kok asosiasi ini terkesan kurang usaha ya. Informatif sih, tapi disampaikan dengan begitu steril tanpa ada antusiasme yang otentik sama sekali. Walhasil kedua video itu hanya mendapat 300-an dan 100-an view saja sampai saat saya menulis ini. Saran saya untuk Bekraf dan AGI mungkin… kalau memang niat, coba deh menyewa agensi kehumasan atau konsultan media sosial untuk HARGAI tahun depan. Ketimbang sekedar menderetkan 29 game lokal dalam video berdurasi kurang dari 3 menit, mungkin lebih rame ketika satu game dibikin video sendiri (atau setidaknya per kategori mobile, PC, online), atau ada wawancara dengan pengembang lokal, atau ada kuis di media sosial dengan hadiahnya bagi-bagi game gratis; Saya yakin humas atau konsultan yang anda sewa bisa memberikan ide-ide yang lebih kreatif lagi. Kalau niat lho ya.

Ilustrasi: Bekraf Game Prime 2017

Iklan