Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Kategori

Referensi

Computer Gaming World adalah majalah game luar pertama yang pernah saya baca secara fisik. Hanya beberapa edisi sih, tapi bagaimanapun juga CGW sudah menjadi jendela awal saya mengenai bagaimana game diliput dan dibahas di luar negeri. Meski terbitannya harus diakhiri di tahun 2006, CGW Museum adalah situs yang memuat hampir semua scan majalahnya sejak tahun 1981.

Iklan

Sebuah studi kasus dari tahun 1994 mengenai pemanfaatan Dungeons & Dragons dalam sesi terapi seorang penderita schizoid. Unsur ‘permainan peran di dunia fantasi’ yang ada dalam D&D tampaknya bisa membantu seseorang untuk lebih mudah mengungkapkan masalah atau memungkinkan ekspresi emosi dalam situasi ‘pura-pura’ yang lebih aman dan terkontrol.

Sebuah refleksi dan kritik historis mengenai mengapa banyak ‘nerd‘ kulit putih yang merangkul paham fasis sekaligus mengucilkan sesamanya yang perempuan, minoritas, atau non-hetero dari definisi nerd sungguhan menurut mereka. Salah satunya adalah mitos mengenai mereka yang ditindas atau dirundung oleh para jock karena status nerd-nya.

Ketika kita bicara tentang tokoh-tokoh yang menjadi pionir dalam industri game, biasanya yang disebut semuanya adalah nama laki-laki. Padahal, ada juga peran sejumlah perempuan dalam game-game komersial awal yang muncul di pasaran. Game Informer membahas mengenai dua di antaranya, Carol Shaw dan Dona Bailey, pencipta River Raid dan Centipede untuk Atari.

Buat orang-orang seperti saya yang pengetahuan historisnya mengenai anime hanya sampai sebatas era 80-an, artikel singkat di Nippon.com ini memberi gambaran umum sejarah anime dari tahun 1917. Satu hal menarik yang saya sukai adalah artikelnya menyertakan tautan mengenai dua anime generasi awal itu yang bisa ditonton penuh di Youtube.

Baru benar-benar demokratis sejak tahun 1994, Afrika Selatan masih harus mengejar pemenuhan kebutuhan warga akan banyak hal-hal dasar, seperti pendidikan dan listrik. Di tengah segala keterbatasan itu, jurusan game design di universitas di Johannesburg tak jemu-jemu berusaha agar industri game di negaranya bisa tumbuh dan berkembang besar.

LucasArts di era 80-an dan 90-an termasuk pengembang terpuji yang -meski tidak besar- relatif konsisten mengeluarkan game bagus. Sayangnya, mereka harus ditutup di tahun 2013 sesaat setelah Lucasfilm diakuisisi oleh Disney. Liputan dari Kotaku ini menggambarkan tahun-tahun terakhir LucasArts yang dipenuhi kesalahan manajemen dan pemimpin yang terlalu hati-hati.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑