Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Tag

indie

Dunia konsol mungkin baru diramaikan oleh game indie di pertengahan akhir 2000-an, namun itu bukan berarti sebelumnya mereka tidak ada sama sekali. Di akhir dekade 90-an, Playstation dengan berani merilis devkit Net Yaroze berikut forum komunitasnya untuk para pengembang amatir; Berikut nostalgia tiga orang yang merilis game indie mereka lewat jalur itu.

Iklan

Saya ingat mengunduh RPG Maker 2000 sebagai aplikasi ‘main-main’ untuk membuat game RPG impian saya sendiri. Satu setengah dekade kemudian, RPG Maker adalah engine serius yang – dengan kustomisasi gameplay dan grafik – digunakan untuk membuat game yang bisa dijual dengan laris di Steam. Simak liputan PC Gamer mengenai pertumbuhan program ini.

Sampai dekade 2010-an, skena game-game buatan Jepang di PC terasa adem ayem saja; Selalu ada satu-dua port atau printilan game indie di sana-sini, tapi tak pernah mencapai taraf mainstream. Kenapa itu bisa terjadi, dan kenapa pula sekarang game Jepang baik besar maupun kecil mulai rutin dirilis di PC? Simak liputan Wes Fenlon dari PC Gamer ini.

Membuat game indie bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan sebelum bisa dirilis dan dijual ke publik. Lalu bagaimana caranya membayar tagihan listrik atau gaji karyawan dalam rentang waktu itu? Seorang pengembang bercerita mengenai bagaimana ia – dan banyak pengembang indie lainnya – mengandalkan kerja kontrak freelance jangka pendek.

Game: Dark Echo (2015)

Saya benci kegelapan total. Continue reading “Game: Dark Echo (2015)”

Game-game AAA biasanya punya standar harga 60 USD. Tapi berapa harga yang pantas untuk sebuah game indie? Beberapa pengembang memberi harga semurah mungkin atau memberi diskon besar untuk mengumpulkan massa. Tapi ada argumen yang merasa bahwa trend seperti itu membuat game indie tidak diapresiasi sebagaimana mestinya dan merugikan pengembang dalam jangka panjang.

Seorang pengembang asal Kuba menceritakan suka duka usahanya untuk membuat game indie pertama dari negara berhaluan komunis itu. Untungnya setahun belakangan ini situs crowdsourcing sudah bisa membantu pendanaan mereka, dan bepergian keluar Kuba kini juga sudah lebih dipermudah.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑