Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Tag

industri

Saya seringkali takjub dengan produksi komik-komik Jepang yang begitu masif – setidaknya dari apa yang saya lihat dari rak komik terjemahan di toko buku. Bagaimana sebenarnya uang berputar dalam industri komik ini? Seorang akuntan memaparkan betapa rumit dan tidak seimbangnya hubungan antara komikus, penerbit komik, dan toko buku di Jepang.

Visi dan idealisme tak lagi cukup untuk memproduksi sebuah game berskala AAA; Riset terhadap respon konsumen potensial juga penting untuk menentukan anggaran dan mengelola risiko sukses atau gagal. Simak liputan Polygon mengenai riset pasar khusus video game dan bagaimana mereka memberi masukan pada penerbit atau pengembang berdasar angka dan data.

Di Malaysia, sejumlah penerbit dan penerjemah komik impor mulai gulung tikar; Artikel dari Malaysian Digest ini membahas mereka yang masih bertahan dan kiat mereka menghadapi perubahan. Menarik membandingkannya dengan Indonesia – di mana imperium komik impor dari hulu ke hilir dikuasai oleh Gramedia dan anak-anak perusahaannya.

Sekarang ini persaingan untuk berkarir di industri game lokal semakin ketat; Apa nilai tambah yang bisa ditawarkan? Re:Psycho mencoba memberikan argumen kenapa calon pengembang game dengan spesialisasi coding atau art juga tak ada salahnya belajar dasar-dasar bisnis dan pemasaran terkait dengan game yang akan mereka buat dan jual.

Game-game AAA biasanya punya standar harga 60 USD. Tapi berapa harga yang pantas untuk sebuah game indie? Beberapa pengembang memberi harga semurah mungkin atau memberi diskon besar untuk mengumpulkan massa. Tapi ada argumen yang merasa bahwa trend seperti itu membuat game indie tidak diapresiasi sebagaimana mestinya dan merugikan pengembang dalam jangka panjang.

Lagi-lagi sisi gelap dari industri game. Kali ini dari Polygon, yang bercerita mengenai nasib pekerja kontrak di industri ini. Tugas dan kewajiban mereka sama seperti karyawan tetap, tapi mereka tidak mendapat hak-hak yang sama (cuti, sakit, asuransi kesehatan). Di awal kontrak biasanya mereka dijanjikan jadi karyawan tetap, tapi biasanya itu hanya jadi harapan palsu.

Rasanya dulu saya pernah memberi tautan mengenai kondisi kerja di industri game dev luar negeri yang seringkali tidak manusiawi. Kali ini TechInAsia membawa cerita serupa dari industri lokal; Bagian pertamanya tentang gaji yang tertunda dan pemecatan yang tiba-tiba. Agak singkat, tapi ini membuat saya tak sabar ingin membaca bagian keduanya.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑