Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Tag

jepang

Buat orang-orang seperti saya yang pengetahuan historisnya mengenai anime hanya sampai sebatas era 80-an, artikel singkat di Nippon.com ini memberi gambaran umum sejarah anime dari tahun 1917. Satu hal menarik yang saya sukai adalah artikelnya menyertakan tautan mengenai dua anime generasi awal itu yang bisa ditonton penuh di Youtube.

Iklan

Sampai dekade 2010-an, skena game-game buatan Jepang di PC terasa adem ayem saja; Selalu ada satu-dua port atau printilan game indie di sana-sini, tapi tak pernah mencapai taraf mainstream. Kenapa itu bisa terjadi, dan kenapa pula sekarang game Jepang baik besar maupun kecil mulai rutin dirilis di PC? Simak liputan Wes Fenlon dari PC Gamer ini.

Banyak game-game PC lawas asal Jepang yang tidak pernah dibawa ke belahan bumi barat dan kini terlupakan oleh waktu. Noirlac, sebuah tumblr anonim, mengangkat kembali satu aspek yang membuat era ini begitu nostalgik: Latar belakang pixel art yang mempesona. Sayang tumblr ini tidak mencantumkan sumber aslinya dari game apa.

Di era 80-90an, membawa game Jepang ke belahan bumi barat tidak sekedar menerjemahkan teksnya ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa Eropa lainnya) saja, tapi ada elemen-elemen cerita atau visual yang harus disesuaikan dengan budaya, norma, dan selera lokal. Blog Legends of Localization membahas detail mengenai seluk beluk kompromi mengenai ini.

Saya seringkali takjub dengan produksi komik-komik Jepang yang begitu masif – setidaknya dari apa yang saya lihat dari rak komik terjemahan di toko buku. Bagaimana sebenarnya uang berputar dalam industri komik ini? Seorang akuntan memaparkan betapa rumit dan tidak seimbangnya hubungan antara komikus, penerbit komik, dan toko buku di Jepang.

Film: Ponyo on the Cliff by the Sea (2008)

Setelah sebelumnya menonton Spirited Away dan My Neighbor Totoro, standar yang saya tetapkan untuk Ponyo on the Cliff by the Sea (2008) bisa dibilang cukup tinggi. Continue reading “Film: Ponyo on the Cliff by the Sea (2008)”

Sebuah op-ed seorang otaku feminis mengenai problematika moe. Ya biasa lah, ada nada misogini di dalamnya. Tapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana ia melihat sisi positif dari fenomena ini: Menantang persepsi maskulinitas para penonton pria dewasa heteroseksual, dan moe telah memberikan kita banyak anime dengan karakter wanita yang bagus.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑