Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Tag

komunitas

Ada beberapa game di konsol lama yang menjadi langka dan kemudian diburu kolektor, tapi Neo Geo mungkin adalah kasus unik di mana hampir semua game dalam katalognya jadi barang koleksi dan dihargai tinggi. New Yorker meliput beberapa kolektor yang sudah mengeluarkan banyak uang untuk ini dan menceritakan pengalaman mereka.

Iklan

Satu lagi bukti bahwa representation matters. D.va, sebuah karakter dari Overwatch, memiliki latar belakang sebagai gamer profesional perempuan dari Korea Selatan. Latar ini memberi inspirasi bagi sejumlah gamer perempuan di Korea Selatan untuk bergabung dan membentuk “For D.va” sebuah grup yang memperjuangkan kesetaraan gender di skena gaming Korea Selatan.

The Sims bagi banyak orang tidak hanya sekedar game; Ia adalah kanvas untuk menuangkan cerita melalui kehidupan orang-orang virtual. Kotaku mengangkat salah satu aspek yang tabu dari kreativitas orang-orang ini: Kehamilan remaja. Patut dipuji dedikasi mereka yang sampai membuat akun Instagram fiktif untuk dokumentasi dan publikasi kehidupan karakter mereka.

Para pemain MMORPG tak pernah kekurangan akal untuk mencoba sesuatu yang baru untuk benar-benar menghidupi elemen role-playing dari game yang mereka mainkan. Hal unik terbaru yang dilakukan adalah sekelompok pemain yang mengadakan pertunjukan teater di dalam Final Fantasy XIV – dengan persiapan yang tak kalah serunya seperti teater sungguhan.

Arab Saudi bukanlah negara yang pertama kali terlintas dalam pikiran ketika mendengar istilah “Comic Con”. Toh nyatanya komunitas penggemar komik, anime, dan game tumbuh subur di negara ini. Tahun ini sebuah EO lokal di sana dengan berani mengadakan konvensi budaya pop pertama di Saudi secara terbuka meski mendapat tentangan dari sejumlah pihak.

Voice chat adalah suatu keniscayaan di MMORPG masa kini, terutama ketika harus mengalahkan bos-bos super sulit yang membutuhkan kerja sama antar pemain. Tapi sekelompok pemain tuli di World of Warcraft membentuk sebuah guild bernama Undaunted, dan mereka berhasil membuktikan bahwa mereka bisa bersenang-senang bersama dengan kondisi unik mereka.

Sebenarnya artikel ini agak basi karena hype Pokemon Go sudah lewat, tapi sayang kalau artikelnya cuma tersimpan di bookmark saya. Seorang antropolog memakai Pokemon Go untuk membahas kaitan antara agama, teknologi, dan kapitalisme. Menarik untuk melihat ke belakang lagi karena Pokemon Go tampaknya gagal jadi fenomena budaya pop seperti yang digembar-gemborkan di awal peluncurannya.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑