Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Tag

psikologi

Apakah video game bisa meredakan stres? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, ya, game bisa menurunkan rasa frustrasi dan meningkatkan mood. Tapi memainkan game yang tingkat kekerasannya tinggi membuat subyek penelitian juga memandang dunia dengan lebih tidak ramah; Fenomena ini dikenal juga dengan nama hostile attribution bias [Wikipedia].

Iklan

Mendesain sebuah game kini tak lagi hanya berdasarkan insting atau jiwa seni saja. Data mengenai respon dan preferensi pemain akan hal-hal yang nampak sepele juga dikumpulkan dan dianalisis untuk menciptakan sebuah game yang ‘sempurna’ dan disukai sebanyak mungkin orang. Simak liputan Polygon mengenai bagaimana orang-orang ini melakukannya.

Sebuah studi terhadap 288 pemain Dota 2 menemukan bahwa ada hubungan antara kecerdasan numerik seorang pemain dengan peningkatan kemampuan bermainnya. Di sisi lain, studi yang sama tidak menemukan hubungan antara daya ingat jangka pendek dengan peningkatan kemampuan bermain Dota 2.

Gangguan jiwa adalah salah satu klise yang kerap digunakan untuk ‘membumbui’ sebuah game, entah itu sebagai motif antagonis atau elemen gameplay yang harus diatasi pemain. Sayangnya, para pengembang seringkali menampilkan gangguan jiwa dengan tidak akurat sehingga menimbulkan stigma negatif bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa.

Sebuah studi terhadap 167 remaja dan dewasa muda di Finlandia menemukan bahwa mereka yang memiliki pengalaman bermain game juga lebih unggul dalam kecepatan respon, akurasi, dan kemampuan memperbaharui informasi ketika mengerjakan tugas-tugas sulit yang membutuhkan daya ingat jangka pendek (working memory).

Sebuah penelitian mengenai persepsi para gamer ketika melihat gamer lain menggunakan microtransaction untuk mendapat kelebihan di dalam game. Jika kelebihanya hanya keunikan kosmetik, tak ada perubahan persepsi. Tapi kelebihan yang mempengaruhi gameplay membuat gamer yang melakukannya dipandang gamer lain lebih negatif, bahkan jika kelebihan itu menguntungkan mereka juga (karena satu tim atau di dalam guild yang sama, misalnya).

Kenapa orang ber-cosplay? Ada banyak alasan, dan sebelumnya saya juga pernah menulis soal ini. Kali ini NPR menurunkan liputan mengenai cosplay dan salah satu alasannya: Karena kostum bisa mempengaruhi bagaimana mereka berpikir, merasa, dan berperilaku. Dan beberapa riset di bidang psikologi memang telah membuktikannya.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑