Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Tag

psikologi

Sebuah studi kasus dari tahun 1994 mengenai pemanfaatan Dungeons & Dragons dalam sesi terapi seorang penderita schizoid. Unsur ‘permainan peran di dunia fantasi’ yang ada dalam D&D tampaknya bisa membantu seseorang untuk lebih mudah mengungkapkan masalah atau memungkinkan ekspresi emosi dalam situasi ‘pura-pura’ yang lebih aman dan terkontrol.

Iklan

Bermain game tidak hanya untuk menghibur diri saja. Simon Parkin dalam esainya di Nautilus ini memaparkan, berdasarkan penelitian, bagaimana game-game yang paling kita sukai adalah yang memungkinkan kita untuk mengalami gambaran ideal dari kepribadian kita, menjelajah dan menantang batas-batasnya, serta terhubung dengan orang lain atau komunitas.

Imposter syndrome adalah kondisi psikologis di mana seseorang, meskipun secara obyektif sudah sukses di bidangnya, merasa rendah diri dan tidak pantas mendapat kesuksesannya; Ia hanya beruntung, dan – lebih celakanya – merasa cemas orang lain juga akan melihatnya sebagai beruntung saja. Simak cerita-cerita para pengembang game yang terjangkit sindrom ini.

Apakah video game bisa meredakan stres? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, ya, game bisa menurunkan rasa frustrasi dan meningkatkan mood. Tapi memainkan game yang tingkat kekerasannya tinggi membuat subyek penelitian juga memandang dunia dengan lebih tidak ramah; Fenomena ini dikenal juga dengan nama hostile attribution bias [Wikipedia].

Mendesain sebuah game kini tak lagi hanya berdasarkan insting atau jiwa seni saja. Data mengenai respon dan preferensi pemain akan hal-hal yang nampak sepele juga dikumpulkan dan dianalisis untuk menciptakan sebuah game yang ‘sempurna’ dan disukai sebanyak mungkin orang. Simak liputan Polygon mengenai bagaimana orang-orang ini melakukannya.

Sebuah studi terhadap 288 pemain Dota 2 menemukan bahwa ada hubungan antara kecerdasan numerik seorang pemain dengan peningkatan kemampuan bermainnya. Di sisi lain, studi yang sama tidak menemukan hubungan antara daya ingat jangka pendek dengan peningkatan kemampuan bermain Dota 2.

Gangguan jiwa adalah salah satu klise yang kerap digunakan untuk ‘membumbui’ sebuah game, entah itu sebagai motif antagonis atau elemen gameplay yang harus diatasi pemain. Sayangnya, para pengembang seringkali menampilkan gangguan jiwa dengan tidak akurat sehingga menimbulkan stigma negatif bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑