Cari

The Playing Man

A geekier side of me

Tag

sejarah

Computer Gaming World adalah majalah game luar pertama yang pernah saya baca secara fisik. Hanya beberapa edisi sih, tapi bagaimanapun juga CGW sudah menjadi jendela awal saya mengenai bagaimana game diliput dan dibahas di luar negeri. Meski terbitannya harus diakhiri di tahun 2006, CGW Museum adalah situs yang memuat hampir semua scan majalahnya sejak tahun 1981.

Iklan

Ketika kita bicara tentang tokoh-tokoh yang menjadi pionir dalam industri game, biasanya yang disebut semuanya adalah nama laki-laki. Padahal, ada juga peran sejumlah perempuan dalam game-game komersial awal yang muncul di pasaran. Game Informer membahas mengenai dua di antaranya, Carol Shaw dan Dona Bailey, pencipta River Raid dan Centipede untuk Atari.

Buat orang-orang seperti saya yang pengetahuan historisnya mengenai anime hanya sampai sebatas era 80-an, artikel singkat di Nippon.com ini memberi gambaran umum sejarah anime dari tahun 1917. Satu hal menarik yang saya sukai adalah artikelnya menyertakan tautan mengenai dua anime generasi awal itu yang bisa ditonton penuh di Youtube.

Seorang pria paruh baya dengan pseudonim Chester Bolingbroke memainkan game-game RPG komputer lawas (dekade 70, 80, dan awal 90-an) dan menuliskan perjalanannya dalam blog The CRPG Addict. Menulis sejak 2010 tanpa putus sampai sekarang, sudah ada 100 lebih game yang ia tamatkan. Saya salut dengan passion, dedikasi, dan konsistensinya.

Game Star Wars yang benar-benar saya mainkan itu kayaknya cuma Episode 1 Racer dan KoTOR, tapi secara keseluruhan game-game yang berbasis Star Wars ini menarik karena selalu disupervisi ketat oleh LucasArts dan tidak terpaku pada cerita di film saja. Glixel membahas mengenai sejarah game-game berbasis Star Wars dan kesulitan mereka di era modern ini.

Saya baru pertama kali kenal dengan serial Fire Emblem sekitar tahun 2000-an – mungkin sama seperti kebanyakan gamer di belahan bumi Barat – ketika game berbahasa Inggris pertamanya keluar di GBA. Tapi serial ini punya sejarah yang jauh lebih panjang di Jepang, sampai ke awal tahun 90-an di era NES. Simak Glixel merekap sejarah Fire Emblem dengan ringkas.

Di era 80-90an, membawa game Jepang ke belahan bumi barat tidak sekedar menerjemahkan teksnya ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa Eropa lainnya) saja, tapi ada elemen-elemen cerita atau visual yang harus disesuaikan dengan budaya, norma, dan selera lokal. Blog Legends of Localization membahas detail mengenai seluk beluk kompromi mengenai ini.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑